GLODAK - Karya : Khoiril Mawahib - Kaliwungu, Kendal
GAGERR - Karya : Zaenal Abidin - Kaliwungu Kendal
dUd - Karya : Miqdad Najim
BIN - Karya : Slamet Widodo - Ungaran
GAMBRENK - Karya : M. Andi Fatchurrochman - Sidoarjo
GLODAK - Karya : Khoiril Mawahib - Kaliwungu, Kendal
GAGERR - Karya : Zaenal Abidin - Kaliwungu Kendal
dUd - Karya : Miqdad Najim
BIN - Karya : Slamet Widodo - Ungaran
GAMBRENK - Karya : M. Andi Fatchurrochman - Sidoarjo
Praduga adalah anggapan tentang sesuatu tanpa (harus) membuktikannya terlebih dahulu; prasangka - Kamus Besar Bahasa Indonesia -. Pada kenyataannya, sebenarnya antara praduga dan prasangka terdapat sedikit perbedaan arti. Sama-sama tanpa (harus) membuktikannya terlebih dahulu, namun praduga berdasarkan analisa yang lebih obyektif, sedangkan prasangkan berdasarkan analisa yang subyektif.
Okeeeh, lupakan dulu perbedaan kata tersebut, kita kembali ke masalah praduga. Lotif memberikan deskripsi kasus yang -bukan tidak mungkin- pernah kita alami. Sah-sah saja anda dan saya mempunyai praduga tentang suatu masalah. Namun ketika masih dalam tahap 'pra' dan kita 'over confident' bahwa itu benar lantas buru-buru meng-konfrontasi ke pihak lain, bukan tidak mungkin akan terjadi benturan seperti kasus si Lotif. :sad:
Garis merah dari kartun ini mungkin adalah pentingnya sikap berhati-hati dalam segala tindakan kita, 'over confident' bukan sikap yang perlu kita ikuti, bla..bla..bla... monggo dimaknai sendiri-sendiri.....
Bedah rumah, yah salah satu acara yang digelar oleh TV swasta yang cukup digemari oleh para pemirsa. Dari puluhan acara TV yang masuk kategori reality show, mungkin inilah acara yang paling kaya materi. Bandingkan dengan reality show 'termehek-mehek' Cs, semakin lama terasa ada kesan dramatisasi dari kasus yang terjadi. Maklum bro, yang rumahnya di bawah standar masih seabrek.... bahkan yg belun punya rumah pun lebih banyak lagi... :(
Namun apa jadinya jika sujud syukur atas anugerah rumah baru tsb ternyata berbuntut kesialan??
Bulutangkis atau badminton adalah olahraga yang cukup populer di negeri kita. Setidaknya, sampai saat ini hanya dari bulutangkis lah kita bisa berharap bisa mendulang emas di ajang olimpiade. Pengembangan olahraga yang berorientasi kepada prestasi, memang seharusnya mempertimbangkan unsur tersebut. So, jangan bermimpi tim basket indonesia akan berprestasi secemerlang bulutangkis.
Demikian juga dengan sepakbola, kita kalah jauuuh meen... dari segi fisik maupun management kepengurusan, sepakbola tanah air ibarat jauh panggang dari api untuk menuju ke arah profesionalisme. Konsentrasi ke cabang olahraga yg lebih 'masuk akal' mungkin lebih baik, seperti catur dan bridge. Atau, anda punya harapan besar terhadap pencak silat? Okeeh... tetaplah berharap agar cabang tersebut segera menjadi cabang resmi di even-even international.
Balik maning ke bulu tepok, monggo dinikmati sajian kartunnya lho....